Senin, 15 Februari 2016

class of 92

0


`Class of 92` MU Ternyata Saling Benci

By 

Siapa yang menduga apabila enam orang pemain MU yang dianggap sebagai generasi emas di masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson ternyata saling benci satu sama lain. Generasi emas itu kini dikenal dengan nama 'Class of 92'. 'Class of 92' merupakan sebutan untuk enam pemain lulusan akademi MU, yakni Paul Scholes, Nicky Butt, Ryan Giggs, Gary dan Phil Neville, serta Ryan Giggs yang memulai karier seniornya sejak 1992.Dalam sebuah wawancara yang dilakukan BBC.co.uk, 2 Desember lalu, diketahui apabila pertemuan mereka tidaklah berawal dengan baik. Dari keenam pemain tersebut beberapa dari mereka saling benci satu sama lain. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan kerasnya bimbingan Sir Alex, keenamnya berhasil bersatu dan memberi sukses kepada MU.

"Ketika kami bertemu untuk pertama kalinya, kami tidaklah menyukai satu sama lain seperti saat ini. Saya pikir pemain (Manchester) United adalah pemain yang sombong. Nicky Butt mencoba untuk menjegal gary Neville di Liga Sunday. Kami tidaklah membenci satu sama lain, hanya belum memiliki hubungan seperti saat ini. Ketika saya melihat ke masa lalui, itu semua terasa spesial," ujar Beckham.

Beckham pun memberikan pujian kepada Scholes. Beckham menjabarkan sosok Scholes sebagai seorang yang sangat berbakat, pendiam, tapi juga bisa bermain kotor. Beckham mengungkapkan tekel Scholes bisa saja membunuh seseorang ketika pemain berjuluk 'Ginger Prince' itu melakukan tekel yang buruk.

Sementara itu, Butt mengatakan apabila dirinya sangat membenci Gary Neville. Pasalnya Butt dan Neville pernah menjadi rival sebelum bergabung dengan MU.

"Saya membenci Gary Neville ketika pertama kali bertemu dengannya. Ketika bertemu untuk kali pertama, saya bermain melawannya, ketika skuat muda MU melawan Bury junior. Saya tahu betul dia adalah pemain yang hebat, tapi dia tidak pernah berhenti berbicara sepanjang pertandingan. Dan dia masih melakukan hingga sekarang, dia tidak pernah menutup mulutnya," kata Butt.

"Saya tidak tahan dengan sikapnya, saya tidak menyukainya. Saya ingin menjatuhkannya, saya ingin menunjukan seberapa hebat saya saat melawannya. Ketika kami bertemu di tempat latihan, dan ketika kami telah akrab, dia pun menjadi rekan terbaik saya. Dan dia pun masih menjadi rekan terbaik saya hingga saat ini," terang Butt.

Berbeda dengan dua rekannya, Phil Neville tampaknya tidak memiliki masalah dengan lima pemain di Class of 92. Neville memilih untuk mencari sosok panutan, pemain itu adalah pemain tertua MU saat ini, Giggs.

"Saya lebih banyak memperhatikan Ryan Giggs. Saya melihatnya saat berlatih. Dia masih kurus saat itu, tapi saya belum pernah melihat permainan seperti yang dia miliki. Hal itu membuat saya berpikir untuk mengikuti langkahnya," Neville menjelaskan.

"Dia hanya melakukan pekerjaannya, memberi umpan matang, menjegal seseorang, mencetak gol. Lalu dia kembali ke tengah lapangan, dan berkata 'berikan saya bola'. Hal itu yang membuat saya kagum," imbuh Neville.

Berbeda dengan seperti yang diungkapkan Butt, dalam wawancara ini Gary Neville tidak terlalu banyak berbicara. Namun dibalik ucapannya tersebut, tergambar apabila Neville tidak memedulikan rekannya yang lain.

"Saya tidak pernah memperhatikan mereka. Saya berpikir apabila mereka hanyalah sekumpulan pemain dan sekumpulan pemain yang hebat, Saya hanya memperhatikan diri saya sendiri," ungkap Neville tegas.

Giggs, Beckham, Scholes, Butt, dan due Neville mungkin menganggap awal pertemuan mereka merupakan sebuah persaingan. Akan tetapi, persaingan tersebut berhasil diolah Ferguson menjadi satu dan menciptakan generasi emas bernama Class of 92.(Def)

5 pemain legenda terbaikmu

0

5 Pemain Legenda Terbaik Manchester United

1. Denis Irwin (1990-2002)

Denis Irwin, merupakan salah satu legenda winger terbaik yang dimiliki oleh Manchester United. Tidak diragukan lagi, ia adalah salah satu pemain paling penting di era kejayaan MU tahun ‘90an. Denis Irwin sangat dapat diandalkan dan kemampuannya untuk bermain di beberapa posisi yang berbeda, menjadikannya pemain inti yang tidak tergantikan baik di klub MU maupun timnas Republik Irlandia selama hampir 10 tahun.

Irwin sukses membawa sejumlah trofi domestik dan Eropa bagi United dalam waktu antara 1990 hingga 2002. Irwin telah bermain sebanyak 529 kali penampilan dalam waktu 12 tahun berkiprah bersama United.

Sebelum bergabung bersama The Red Devils, Irwin sempat bermain bersama Leeds United dan kemudan Oldham Atheltic, dan menutup karirnya bersama Wolverhampton Wanderes. Sedangkan prestasi terbaik Irwin bersama tim nasional Irlandia, telah ia buktikan dengan bermain sebanyak 56 kali, mencetak 4 gol dan membawa Irlandia lolos hingga 16 besar di piala dunia tahun 1994.

2. Peter Schmeichel (1991-1999)

Publik sepakbola dunia pasti sudah mengenal sosok penjaga gawang yang satu ini. Peter Schmeichel adalah kiper terbaik Manchester United tahun 1990-an. Sosok nya tinggi, Lincah, sigap dan tangguh menjaga gawang dari kebobolan. Schemichel juga dikenal sebagai penjaga gawang yang menggunakan tubuhnya untuk mengintimdasi penyerang. Itulah alasan mengapa banyak penyerang cukup sulit mengelabui kiper terbaik dunia ini.

Seiring dengan keberhasilannya menjadi kiper no.1, Schemeichel sempat melewati hari-hari terindah bersama Manchester United. Terutama ketika Setan Merah meraih treble winner. Diantaranya Liga Primer, Liga Champions dan Piala FA, pada tahun 1999. Setelah itu, ia mengakhiri karirnya bersama United dengan mengangkat trofi Piala FA dalam pertandingan terakhirnya di musim treble yang bersejarah. Sepanjang kariernya sebagai penjaga gawang, Schmeichel sudah mencetak 11 gol, termasuk satu untuk timnas Denmark, serta tercatat paling banyak membela negaranya, yaitu 129 kali antar tahun 1987 sampai 2001.

3. Bobby Charlton (1956-1973)

Tidak ada yang mewujudkan reputasi Manchester United lebih baik dari Sir Bobby Charlton. Setelah selamat dari tragedi Munich, ia mendedikasikan setiap pertandingan untuk semua rekan timnya yang menjadi korban jatuhnya pesawat pada 6 Februari 1958. Sir Robert “Bobby” Charlton, lahir di Ashington, Inggris, 11 Oktober. Ia adalah legenda Manchester United yang juga menjadi pahlawan the three lion saat merengkuh piala dunia tahun 1966 di Wembley Stadium.

Dalam usia 17 tahun Bobby sudah bergabung dengan setan merah. Dan selama berkarir bersama MU, ia telah mengukir 754 rekor permainan, dengan mencetak 247 gol. Bobby juga menjadi bagian penting dalam kebangkitan MU pasca tragedy Munich. Kesetiaanya terhadap setan merah patut diacungi jempol, meskipun klub-klub elit di Inggris selalu mengincarnya.

Bulan Agustus 1975 Sir Bobby memutuskan pensiun sebagai pemain. Pada bulan Juni 1984 Charlton menjadi direktur Manchester United, posisi yang masih berlaku sampai sekarang. Ia juga dianugerahi OBE dan CBE, dan gelar bangsawan “sir” bulan Juni 1994. Semuanya adalah bentuk apresiasi klubnya dan sepak bola Inggris atas permainan, dedikasi, kesetiaan dan totalitasnya dalam memajukan dunia sepakbola Inggris.

4. George Best (1963-1974)

Pemain Sepak Bola terbaik yang pernah ada, itulah yang dikatakan Pele untuk memuji kualitas legenda MU yang satu ini. George Best merupakan salah satu pemain terbaik Manchester yang pernah mengantarkan MU juara liga Champion untuk pertama kalinya setelah mengalahkan benfica 4-1 di tahun 1968. Ia adalah pemain ulet yang berbahaya ketika berada di dalam kotak penalty. Walaupun posisi aslinya adalah second striker,tapi ia sering dijadikan menjadi striker bahkan gelandang karna ketangguhan fisiknya.

George sudah Bermain sebanyak 361 laga, dengan mengasilkan 136 goal untuk United. Memiliki kecepatan, keseimbangan, visi, kontrol bola yang luar biasa, membawanya memegang rekor gol terbanyak setelah pasca perang. Ia juga sering disebut sebagai pesepakbola selebriti modern pertama.

5. Eric Cantona (1992-1997)

‘King Eric’ itulah sapaannya. Eric Cantona adalah legenda sepakbola MU yang karismatik sekaligus fenomenal. Ia terpilih sebagai pemain terbaik United abad ini. Bahkan mungkin Cantona merupakan pesepakbola paling berpengaruh di sepak bola Inggris tahun 1990-an.

Memiliki visi dan kreatifitas, membuatnya di sandangkan sebagai pesepakbola yang “jenius”. Eric hanya bermain selama lima tahun di Old Trafford, dan pensiun pada umur 31 tahun. Namun, ia telah meninggalkan kesan abadi yang tak akan dilupakan dalam karir sepakbolanya bersama United. Bahkan sampai hari ini, para fans masih menyanyikan namanya di Old Trafford selama tiga belas tahun setelah ia pensiun.

legenda mu bernomor pinggung 7

0

Legenda Pemain Bernomor Punggung 7 Di MU

inilah para legenda pemakai kostum No. 7 di Manchester United, bila di team sepakbola lain biasanya pemakai kostum No. 10 yang menjadi ikon, di MU sangat berbeda No. 7 menjadi sangat dikeramatkan di Old Trafford, mulai dari George Best sampai Michael Owen.
1. George Best (The Belfast Boy)
“Kalau aku dilahirkan dengan wajah jelek, Anda tidak akan pernah mendengar tentang Pelé” canda Best menganggap Pele tak lebih hebat darinya. Faktanya memang semua orang berpendapat George Best adalah pemain sepak bola dengan bakat alami paling mengagumkan yang telah dihasilkan Britania. Kecepatan, keseimbangan, pengamatan, kontrol bola, yang dinilai sempurna membuat banyak orang menganggap Best salah satu dari legenda sepakbola layaknya Pele dan Maradona. Dia merupakan tokoh kunci ketika memenangkan Trofi Liga Champion pertama untuk Manchester United bersama Bobby Charlton dan Denis Law. Sampai saat ini Best masih dianggap sebagai pemain paling berbakat yang pernah dimiliki Setan Merah.
Quite simply – “Maradona good, Pele better,George Best.”
Nama : George Best
Lahir : 22 May 1946 Belfast, Irlandia Utara
Main di MU : Agustus 1963 – January 1974
Penampilan/Goal : 470/179
Position : Winger, Striker
Gelar Individual : Ballon d’ Or (1968)
2. Bryan Robson (Captain Marvel)
Uang bukan tujuan utama, tapi gelar lebih penting bagi Bryan Robson. Itu yang ditegaskan Robson dalam biografinya tentang alasan bergabung dengan Setan Merah. Ron Atkinson selaku bos Setan Merah, memecahkan rekor transfer termahal di Inggris kala itu ketika merekrut Robbo dari West Bromwich pada Oktober 1981
Stamina, motivasi, umpan umpan akurat, tackling yang agresif, ditambah tembakan dan sundulan yang terarah, merupakan senjata Robson yang membuatnya menjadi pemain yang seimbang dalam bertahan maupun menyerang. Membuat banyak orang beranggapan United saat itu merupakan One Man Team.
Julukan Captain Marvel yang diberikan merupakan pengakuan atas jasa jasa Marvel dalam memimpin Setan Merah selama 12 tahun, catatan itu sekaligus menempatkan Robson sebagai kapten terlama bagi Setan Merah.
Nama : Bryan Robson
Lahir : 11 January 1957 Chester, Inggris
Main di MU : Oktober 1981 –May 1994
Debut : 7 Oktober 1981 v Spurs (Away, League Cup)
Penampilan/Goal : 461/89
Position : Midfielder
3. Eric Cantona (The King)
Eric “The King” Cantona. Tak ada yang menyangkal bahwa Eric Cantona merupakan legenda Manchester United yang telah mengangkat kembali performa Setan Merah dari keterpurukan.
Saat pertama kali Cantona menginjakan kaki di Old Trafford, United tidak pernah memenangi gelar liga inggris selama 26 tahun. Jadi bukan kebetulan jika hanya butuh 6 bulan sejak kedatangannya pada November 1992, sebuah Trofi Liga Inggris langsung berada di lemari Trofi Old Trafford. Tidak hanya itu, rentetan gelar pasca kedatangannya belum berhenti, 2 kali Double Winner (Juara Liga dan Piala FA) pada tahun 1994 dan 1996, plus satu gelar liga di tahun 1997 juga ikut dibawanya ke Musium Trofi United.
Pemain yang pernah di skorsing 9 bulan akibat tendangan kungfunya (insiden penendangan supporter Crystal Palace) ini, tetap dianggap sebagai Raja dari Old Trafford karena dianggap sebagai pemicu kesuksesan Manchester United di era Sepakbola Modern
Nama : Eric Daniel Pierre Cantona
Lahir : 24 Mei 1966 Marseille, Prancis
Main di MU : November 1992 – May 1997
Debut : 6 Dec 1992 v Manchester City (H) League
Penampilan/Goal : 185/82
Position : Center Forward
Individual Award : PFA Player of the Year(1994), PWA Footballer of the Year(1996)
4. David Beckham
Kaya raya, tampan, beristrikan seorang pop star, dan hebat dalam bermain sepakbola. Kombinasi yg sangat didambakan hampir sluruh pria disluruh dunia.
Beckham mulai menjadi Highlight ketika mencetak gol spektakuler dari jarak 52 mtr ke gawang Wimbledon pada pertandingan pertama liga musim 1996/97. Seketika bocah yang baru berumur 21 tahun itu langsung menjadi pusat perhatian.
Sebagai pemain Beckham tidak diberkahi dengan kecepatan, tetapi daya juang dan kemampuannya dalam memberi passing atau crossing yg sangat memanjakan siapapun striker yang dipasang. Kemahirannya dalam mengeksekusi set piece atau bola mati kerap menjadi penentu kemenangan Setan Merah. Puncaknya adalah saat memberikan umpan kepada Sheringham untuk menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1 pd menit menit akhir Final Liga Champion 1999 melawan Bayern Muenchen, yang akhirnya secara dramatis dimenangkan setan merah membalikkan skor menjadi 2-1 yang juga berawal dari setpiece corner yg diambilnya.
Nama : David Robert Joseph Beckham
Lahir : 2 Mei 1975 London, Inggris
Main di MU : Juli 1991 – Juli 2003
Debut : 23 Sep 1992 v Brighton (A) FA Cup
Penampilan/Goal : 394/85
Position : Right Midfielder
Individual Award : PFA Young Player of the Year(1997), FIFA World Cup All Star Team(1998), Runner Up FIFA World Player of the Year(1999, 2001), UEFA Club Player of the Year(1999), BBC Sport Personality of the Year(2001)
5. Cristiano Ronaldo (CR7)
Keberanian Alex Ferguson mendatangkan bocah berumur 18th dgn bandrol 12,24juta Pound tak menghiraukn jika dlihat di fakta awal pertemuan Ronaldo dgn Alex Ferguson.
Berawal dr sebuah laga pramusim 2003/04 mlawan Sporting Lisbon, MU yang menyandang status Juara Liga Primer, secara mengejutkan dibuat kalang kabut oleh pemuda yg baru saja meniti karir profesional. Gocekan penuh trik menipu, kelincahan, kecepatan, plus daya jelajah tinggi yg dperlihatkan Ronaldo membuat pengalaman dan kualitas pemain pemain United yang dianggap telah merajai Eropa seolah tak berarti. United kalah 1-3 dan Ronaldo mencetak dua gol.
Seusai prtandingan para pemain Setan Merah sendiri yg mendesak Alex Ferguson untuk mendapatkan Ronaldo. Sayang kiprah CR7 di awal kompetisi ternoda karena dianggap terlalu lama menggiring bola, mudah terjatuh, dan sering melakukan diving. Namun perlahan tapi pasti dgn memperbaiki kebiasaannya itu CR7 menjelma menjadi gelandang yg sangat efektif dan mematikan. Tembakannya yg kerap kali mengejutkan lawan, dan eksekusi bola matinya yang sangat khas, membuatnya djuluki pembunuh di depan gawang.
Puncaknya ketika musim 2007/08 dia mengantar United membawa kmbali Trofi Liga Champion sekaligus memenangkan Kompetisi Liga. Yg saat itu sempat mengatakan, “Pelatih menyuruh saya membuat 30 gol, dan aku memberiNya 42 gol.”
Setahun kemudian CR7 hengkang mnuju Real Madrid, dan memecahkan rekor nilai transfer terbesar sepanjang sejarah dgn nilai 80juta Pound atau sekitar 1.3 Trilyun Rupiah.
Nama : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Lahir :05 February 1985, Portugal, Madeira
Main di MU: Agustus 2003 –July 2009
Debut : 16 Aug 2003 v Bolton (H) League
Penampilan/Goal : 292/118
Position : Winger, Striker
Individual Award : FIFPro Special Young Player of the Year(2004/05, 2005/06), PFA Young Player of the Year(2006/07), Pemain Terbaik Portugal(2006/07), Top Scorer Premiere League(2007/08), Premiere League Player of the Year(2006/07, 2007/08), Sir Matt Busby Player of the Year(2003/04, 2006/07, 2007,08), Top Scorer Champion League(2007/08), Ballon d’ Or (2008)
6. Michael Owen
Kedatangannya di bulan July 2009 telah membuat dunia tercengang, mengingat Owen adalah mantan ikon rival abadi United, Liverpool. Namun tak ada yang meragukan bahwa Owen adalah salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris.
Dengan kecepatan, dan pergerakannya dalam mencari bola yg kerap menipu barisan pertahanan lawan, membuatnya mendapat julukan “Fox in the Box”
Kontribusi terbesar Owen di United sampai saat ini, adalah saat dia mencetak gol penentu di menit ke 96’ saat berhadapan dgn Tim yang baru meroket di Derby Manchester.
Nama : Michael Owen
Lahir : 14 Desember 1979 Chester, Inggris
Main di MU : July 09 – Now
Debut : 09 Aug 2009 v Chelsea (N) Community Shield
Penampilan/Goal : 18/4 (per 28 November 09)
Position : Center Forward

0

Berita Bola : Begini Cara Sir Alex Membuat Manchester United Menang Terus

cara menendang akurat

0

Berita Bola : Begini Cara Juan Mata Lakukan Tendangan Bebas Akurat

daftar anime untuk pengguna hp

0

List Semua Daftar Anime <-- KLIK


DAFTAR ANIME untuk pengguna HP https://www.facebook.com/notes/naghk-part-2/-anime-list-/1680425502239424
^ isi nya sama aja :) supaya lebih mudah aja...

#















































☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆



☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


~oOo~